Wewaran

Wewaran

Wewaran adalah ritme hari. Alam semesta secara ritmik berdenyut dalam frekuensi yang berbeda-beda, frekuensinya apa yang cepat dan ada yang lambat. Yang cepat misalnya terjadi 3 hari sekali, sedangkan yang lambat bisa sampai per sembilan hari. Ada ritme harian dan dua harian yang disebut ekawara dan dwiwara, namun denyutannya tidak langsung, melainkan tergantung kepada nilai spesifik wewaran lainnya. Wewaran membawa manfaat masing-masing, dalam kehidupan sifat wewaran adalah gelombang minor (minor

Rumus Perhitungan Wewaran

Dalam perhitungan wewaran, unsur paling utama yang harus diketahui adalah angka pawukon. Angka pawukon adalah posisi hari dalam siklus 210 hari tahun pawukon. Dimulai dari 1 (Redite wuku Sinta) sampai 210 (Saniscara Watugunung). Kalau semeton sekalian bisa menghafalkan nilai pawukon (di sudut kanan bawah halaman pewarigaan) untuk masing-masing hari penting rerainan di Bali, akan sangat memudahkan untuk mencari kapan suatu hari berlangsung dengan mengkorelasikan selisihnya menggunakan tombol + dan –

Dasawara

Dasawara adalah wewaran bersiklus sepuluh harian. Dasawara juga disebut dengan Watek Agung. Dalam pewatekan ada yang lainnya, ialah Watek Madya dan Watek Alit. Unsurnya adalah: 1. Pandita, 2. Pati, 3. Suka, 4. Duka, 5. Sri, 6. Manuh, 7. Manusa, 8. Raja, 9. Dewa, 10. Raksasa. Seperti halnya ekawara dan dwiwara, dasawara adalah wewaran imbas, karena nama harinya tergantung pada neptu atau jumlah urip dari saptawara dan pancawara. 1 Pandita Bijaksana

Sangawara

Sangawara adalah wewaran bersiklus sembilan harian. Nama-nama harinya sangat sulit ditelusuri asalnya. Kelian kelir sudah mencoba menelusuri dari kamus bahasa Kawi (Jawa kuno) maupun bahasa Bali, tetapi masih ada beberapa yang tidak ditemukan. Itupun sama sekali berbeda dengan arti dalam primbon. Karena itu semua versi akan ditampilkan di sini. Nama Kamus Lontar Primbon Sifat 1 Dangu tangkai bunga enau yang disadap antara terang dan gelap batu, diam berat, keras. 2

Batari Sri

Astawara adalah siklus delapan-harian dalam wewaran. Anggotanya adalah: 1. Sri, 2. Indra, 3. Guru, 4. Yama, 5. Ludra, 6. Brahma, 7. Kala, 8. Uma. Wewaran ini mengadopsi sifat-sifat dewa-dewi dalam memberikan pegangan terhadap baik-buruknya hari untuk melakukan sesuatu. Nama-nama dewa-dewi di sini bukanlah seperti yang dimaksudkan secara religius, tetapi lebih mengarah ke pewayangan dalam budaya Jawa kuna. 1 Sri Artinya makmur dan pengatur. Penuh belas kasih dan cinta. Memberi unsur

Saptawara

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar karena sudah mendarah daging dalam hati kita. Tetapi.. baiklah. Siklus tujuh harian dalam wewaran, yang anggotanya adalah: 1. Redite (Minggu; Jw: Akad), 2. Soma (Senin; Jw: Senen), 3. Anggara (Selasa), 4. Buda (Rabu, Jw: Rebo), 5. Wrespati (Kamis, Jw: Kemis), 6. Sukra (Jumat; Jw:Jemuwah), 7. Saniscara (Sabtu, Jw: Tumpak, Setu). Konon nama dan sifat-sifatnya diambil dari nama benda-benda langit. 1 radite-raditya: matahari (eng: sun-day; fr:

Sadwara

Siklus enam harian dari wewaran. Ditinjau dari petunjuk harinya, siklus ini rupanya menelaah sifat-sifat buruk yang sedang dominan karena dipengaruhi oleh hawa wewaran ini. Maksud dari petunjuk ini, agar tindakan kita disesuaikan dengan apa yang sedang terjadi. Agar kita dapat mencegah hal-hal yang dapat merugikan kita, dan kalau bisa memanfaatkannya untuk kemajuan kita. Unsur-unsurnya adalah: 1. Tungleh, 2. Aryang, 3. Urukung, 4. Paniron, 5. Was, 6. Maulu. Tungleh (Tungle) =

Pancawara / PaƱcawara

Pancawara adalah siklus lima harian dalam wewaran. Unsur-unsurnya adalah Pon, Wage, Kliwon, Umanis dan Paing. Sebagai wewaran yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan manusia, sifat pancawara ini sangat unik. Nenek moyang kita mengumpamakan sifat hari ini sebagai sifat binatang. Bukan martabat kebinatangannya yang ditekankan disini, tetapi sebagai pencerminan agar yang bersangkutan dapat menganalisa, merenung sifat dan laku masing-masing yang di depan cermin. Asal muasal nama-nama ini sangat misterius. Konon simbolisasi dari

Caturwara

Catur wara adalah siklus empat harian dalam wewaran. Unsurnya ada empat yaitu Sri, Laba, Jaya dan Menala. Sri atau Seri Sri artinya kemakmuran. Hari yang baik untuk para petani atau sektor agro. Hari ini panen dapat diandalkan, bibit akan mudah bersemi dan hama akan mudah ditaklukkan. Ternak lebih gemuk dan daging lebih lembut. Sebaiknya hari ini tidak baik untuk mengolah kayu atau bambu karena serat akan menguat dan logam akan

Triwara

Triwara adalah siklus tiga harian dalam pawewaran. Unsurnya ada tiga yaitu Pasah, Beteng, dan Kajeng. Sifat ketiga unsur ini lebih nyata dalam kehidupan kita. Unsur keduniawian lebih dominan karena umumnya baik buruknya masih dapat kita kendalikan asalkan dengan kesungguhan. Pasah atau Dora Pasah artinya tersisih. Baik untuk dewa-yadnya. Baik untuk mengerjakan hal-hal yang kaitannya dengan masa depan. Tidak baik mengungkit masa lalu, juga mengadili orang berdasarkan masa lampau. Baik untuk