pura

Pengelompokan Pura di Bali berdasarkan Fungsi dan Karakterisasi

Pengertian: Pura adalah tempat suci untuk memuja Hyang Widhi Wasa dalam segala Prabawa (manifestasi- NYA) dan Atma Sidha Dewata (Roh Suci Leluhur). Di samping dipergunakan istilah Pura untuk menyebut tempat suci atau tempat pemujaan, dipergunakan juga istilah Kahyangan atau Parhyangan. Fungsi Pura: Pura adalah tempat suci umat Hindu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi Wasa dalam segala Prabawa- NYA (manifestasi- NYA) dan atau Atma Sidha Dewata (Roh Suci Leluhur)

Kramaning Sembah dalam Panca Yadnya dan Sudi Wadani

Kramaning Sembah dalam Panca Yadnya. Pengertian Sembah: Yang dimaksud dengan sembah ialah sikap menghormati yang disertai dengan rasa bakti dan penyerahan diri secara ikhlas. Landasan: Menurut agama Hindu bahwa setiap kelahiran dan manusia itu sudah mempunyai hutang yang disebut dengan Tri Rna. Yang dapat disembah: Ida Hyang Widhi Wasa Para Dewa- dewa Para Resi Bhatara/ Leluhur. Manusia. Bhuta. Sikap menyembah: Adapun sikap menyembah dalam kramaning sembah yaitu sesuai dengan buku

Pengaruh Pariwisata dalam Kehidupan Beragama Hindu di Bali

Wisatawan asing memasuki Pura Besakih   Bali merupakan daya tarik bagi wisatawan dan seluruh dunia berkat keunikan- keunikan serta keindahan- keindahan yang dimilikinya terutama pada bidang sosial budaya yang bersumber pada Agama Hindu. Dengan adanya keunikan- keunikan serta keindahan- keindahan tersebut mengundang para wisatawan untuk turut menikmatinya secara langsung. Menyadari potensi pulau Bali yang tidak mungkin lagi dikembangkan dalam bidang pertanian dan pertambangan, maka satu- satunya potensi dan pengembangan pulau

Upacara Yadnya Panca Wali Krama

Pengertian: Panca Wali Krama adalah upacara buta yadnya dengan tujuan untuk pemahayu jagat. Jenis Panca Wali Krama Panca Wali Krama sesuai dengan saat dan tempat dilakukan ada 2 (dua) jenis, yaitu : Panca Wali Krama padgati kala (sewaktu- waktu), yaitu upacara Bhuta Yadnya sewaktu- waktu demi penyucian akibat durmengala agung Kahyangan/ Jagat. Panca Wali Krama berjangka, yakni upacara bhuta Yadnya setiap sepuluh tahun di Besakih, diselenggarakan untuk pergantian tenggek. Penyelenggara

Tata Cara Masuk ke Pura

Memperhatikan akan arti dan kesucian serta fungsi pura sebagai tempat ibadah umat Hindu, maka berkenaan dengan tata cara masuk pura, seminar mengambil kesimpulan dan keputusan sebagai berikut: Larangan masuk pura bagi: Wanita dalam keadaan datang bulan, habis melahirkan dan habis gugur kandungan. Dalam keadaan sedang tertimpa halangan kematian (sebel) Tidak mentaati tata krama masuk pura. Menderita noda- noda lain yang karena sifatnya dapat dianggap menodai kesucian pura. Menodai kesucian pura

Pengertian Pelinggih

Pura Desa: Pura Desa atau Pura Baleagung adalah tempat pemujaan Tuhan dalam prabawanya sebagai Brahma sang pencipta (Utpati). Letaknya : Pada tempat yang dipandang suci oleh krama desa yang bersangkutan, sebaiknya di tengah- tengah desa. Jajaran pelinggih : (lihat pada denah). Padmasana: Lingga Stana Ida Sang Hyang Widi Pelinggih Ratu Ketut Petung Gedong Bata: Lingga Stana Dewa Brahma Tepas Mecaling: Lingga Stana Sedahan Penglurah Gedong/ Bebaturan (hulun Bale Agung): Lingga Stana Betari Sedana (Melanting)

Meru

Meru adalah melambangkan gunung Mahameru yang merupakan stana/ pelinggih dewa- dewi, bhatara- bhatari leluhur berdasarkan lontar – lontar: Purana Dewa Kusuma Dewa Widhi Sastra Wariga Catur Winasa Sari dan … Jaya Purana. Meru dapat dibedakan sebagai berikut : berpedagingan pada dasar dan puncak : Meru tumpang 1, Meru tumpang 2, Meru tumpang 3 berpedagingan pada dasar, madya dan puncak: Meru tumpang 5, Meru tumpang 7, Meru tumpang 9, Meru tumpang 11 Jumlah tumpang pada meru