Artikel

Ingkel

Ingkel berdaur setiap 54 hari dengan masing-masing siklus berumur 7 hari. Ingkel adalah daftar pantangan yang harus dihindari pada periode itu. Pengelompokannya agak janggal karena bukan pengelompokan jeruk dengan apel, oleh karena itu marilah kita telaah dan diskusikan mengapa demikian. 1 Wong Jangan menyakiti orang. 2 Sato Jangan menyakiti ternak berkaki empat. 3 Mina Jangan menyakiti ikan. 4 Manuk Jangan menyakiti unggas. 5 Taru Jangan menyakiti / menebang pohon /

Jejepan

Jejepan adalah ingkel yang berlaku satu hari. Sama dengan ingkel, dasar penggolongan pantangan dalam jejepan atau ingkel dina ini masih misteri. 1 Mina Jangan menyakiti (mengkonsumsi) ikan. 2 Taru Jangan menyakiti (menebang) pohon. 3 Sato Jangan menyakiti (mengkonsumsi) ternak berkaki empat. 4 Patra Jangan mengkonsumsi tumbuhan atau makhluk yang menjalar. 5 Wong Jangan menyakiti orang. 6 Paksi Jangan menyakiti burung.

Dasawara

Dasawara adalah wewaran bersiklus sepuluh harian. Dasawara juga disebut dengan Watek Agung. Dalam pewatekan ada yang lainnya, ialah Watek Madya dan Watek Alit. Unsurnya adalah: 1. Pandita, 2. Pati, 3. Suka, 4. Duka, 5. Sri, 6. Manuh, 7. Manusa, 8. Raja, 9. Dewa, 10. Raksasa. Seperti halnya ekawara dan dwiwara, dasawara adalah wewaran imbas, karena nama harinya tergantung pada neptu atau jumlah urip dari saptawara dan pancawara. 1 Pandita Bijaksana

Sangawara

Sangawara adalah wewaran bersiklus sembilan harian. Nama-nama harinya sangat sulit ditelusuri asalnya. Kelian kelir sudah mencoba menelusuri dari kamus bahasa Kawi (Jawa kuno) maupun bahasa Bali, tetapi masih ada beberapa yang tidak ditemukan. Itupun sama sekali berbeda dengan arti dalam primbon. Karena itu semua versi akan ditampilkan di sini. Nama Kamus Lontar Primbon Sifat 1 Dangu tangkai bunga enau yang disadap antara terang dan gelap batu, diam berat, keras. 2

Batari Sri

Astawara adalah siklus delapan-harian dalam wewaran. Anggotanya adalah: 1. Sri, 2. Indra, 3. Guru, 4. Yama, 5. Ludra, 6. Brahma, 7. Kala, 8. Uma. Wewaran ini mengadopsi sifat-sifat dewa-dewi dalam memberikan pegangan terhadap baik-buruknya hari untuk melakukan sesuatu. Nama-nama dewa-dewi di sini bukanlah seperti yang dimaksudkan secara religius, tetapi lebih mengarah ke pewayangan dalam budaya Jawa kuna. 1 Sri Artinya makmur dan pengatur. Penuh belas kasih dan cinta. Memberi unsur

Saptawara

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar karena sudah mendarah daging dalam hati kita. Tetapi.. baiklah. Siklus tujuh harian dalam wewaran, yang anggotanya adalah: 1. Redite (Minggu; Jw: Akad), 2. Soma (Senin; Jw: Senen), 3. Anggara (Selasa), 4. Buda (Rabu, Jw: Rebo), 5. Wrespati (Kamis, Jw: Kemis), 6. Sukra (Jumat; Jw:Jemuwah), 7. Saniscara (Sabtu, Jw: Tumpak, Setu). Konon nama dan sifat-sifatnya diambil dari nama benda-benda langit. 1 radite-raditya: matahari (eng: sun-day; fr:

Sadwara

Siklus enam harian dari wewaran. Ditinjau dari petunjuk harinya, siklus ini rupanya menelaah sifat-sifat buruk yang sedang dominan karena dipengaruhi oleh hawa wewaran ini. Maksud dari petunjuk ini, agar tindakan kita disesuaikan dengan apa yang sedang terjadi. Agar kita dapat mencegah hal-hal yang dapat merugikan kita, dan kalau bisa memanfaatkannya untuk kemajuan kita. Unsur-unsurnya adalah: 1. Tungleh, 2. Aryang, 3. Urukung, 4. Paniron, 5. Was, 6. Maulu. Tungleh (Tungle) =

Pancawara / PaƱcawara

Pancawara adalah siklus lima harian dalam wewaran. Unsur-unsurnya adalah Pon, Wage, Kliwon, Umanis dan Paing. Sebagai wewaran yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan manusia, sifat pancawara ini sangat unik. Nenek moyang kita mengumpamakan sifat hari ini sebagai sifat binatang. Bukan martabat kebinatangannya yang ditekankan disini, tetapi sebagai pencerminan agar yang bersangkutan dapat menganalisa, merenung sifat dan laku masing-masing yang di depan cermin. Asal muasal nama-nama ini sangat misterius. Konon simbolisasi dari

Caturwara

Catur wara adalah siklus empat harian dalam wewaran. Unsurnya ada empat yaitu Sri, Laba, Jaya dan Menala. Sri atau Seri Sri artinya kemakmuran. Hari yang baik untuk para petani atau sektor agro. Hari ini panen dapat diandalkan, bibit akan mudah bersemi dan hama akan mudah ditaklukkan. Ternak lebih gemuk dan daging lebih lembut. Sebaiknya hari ini tidak baik untuk mengolah kayu atau bambu karena serat akan menguat dan logam akan

Triwara

Triwara adalah siklus tiga harian dalam pawewaran. Unsurnya ada tiga yaitu Pasah, Beteng, dan Kajeng. Sifat ketiga unsur ini lebih nyata dalam kehidupan kita. Unsur keduniawian lebih dominan karena umumnya baik buruknya masih dapat kita kendalikan asalkan dengan kesungguhan. Pasah atau Dora Pasah artinya tersisih. Baik untuk dewa-yadnya. Baik untuk mengerjakan hal-hal yang kaitannya dengan masa depan. Tidak baik mengungkit masa lalu, juga mengadili orang berdasarkan masa lampau. Baik untuk