Kelian Babadbali

Paringkelan

Di samping wewaran, masih ada hitungan periodik lain yang saling melengkapi. Cara perhitungannya tidak jauh berbeda dengan wewaran, ada yang langsung berkorelasi dengan angka pawukon, ada pula yang sekunder, melalui urip wewaran maupun nilai lain seperti bincilan. A. Jejepan 1. Mina, 2. Taru, 3. Sato, 4. Patra, 5. Wong, 6. Paksi Jejepan yaitu pantangan yang berlaku sehari dan berdaur enam hari, sama dengan Sadwara. Angka pawukon dibagi 6, modulusnya jika

Manfaat Wewaran

  Satu hari di Bali berlaku sejak terbitnya matahari sekitar pukul 06:00 pagi hingga keesokan harinya sebelum matahari mulai terbit. Berlainan dengan pergantian hari internasional yang dimulai dari pukul 00:00:00 tengah malam, dan hari di Jawa yang dimulai sejak terbenamnya matahari sekitar pukul 18:00 (mungkin karena pengaruh Islam). Sebetulnya di Bali tidak ada istilah malam Minggu, karena saat itu di Bali sebenarnya masih resmi Sabtu malam 🙂 Pengelompokan hari secara

Kalender Pawukon Bali

Kalender pawukon adalah kalender aritmatik murni. Kalender ini tidak mencatat angka tahun mulainya, dan berputar siklik (nemu-gelang) tanpa berhenti. Satu tahun pawukon = 210 hari, terbagi dalam satuan 7 harian bernama wuku yang berjumlah 30. Masing-masing wuku memiliki nama, tidak berbeda jauh dengan nama wuku di Jawa, dari mana perhitungan ini berasal. Kalender pawukon tidak memperhitungkan phase bulan maupun musim. Tahun baru dalam kalender pawukon tidak dikenal, walaupun demikian, mulainya

Kalender Saka Bali

Kalender atau penanggalan Bali sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Tidak seperti kalender lain yang macamnya puluhan di dunia, kalender Bali sangat istimewa. Penanggalan Bali adalah penanggalan “konvensi”. Tidak astronomis seperti penanggalan Islam, tidak pula aritmatis seperti penanggalan Jawa, tetapi ‘kira-kira’ ada di antara keduanya. Penanggalan Bali mirip penanggalan luni-solar. Berdasarkan posisi matahari dan sekaligus bulan. Dikatakan konvensi atau kompromistis, karena sepanjang perjalanan tarikhnya masih dibicarakan bagaimana cara perhitungannya.

Sejarah Kalender

Kalender atau tanggalan, adalah suatu cara yang teratur dan disepakati untuk menandai unsur rentang waktu yang tidak terbatas dalam daur dan hukum tertentu. Kegunaannya sudah tentu tergantung dari komunitas yang menyepakatinya. Misalnya untuk menentukan daur musim, kegiatan religius, mengukur panjang kurun dan sebagainya. Daur dan aturannya tentu saja tidak lepas dari ikatan budaya komunitas tersebut. Ada kalender yang daurnya didasarkan pada letak benda langit (misalnya kalender surya, kalender candra), dan

Cyber Babad

OM Swastyastu, Inilah canggihnya internet. Kita orang Bali seharusnya sangat cendekia memanfaatkan sarana yang mendunia ini untuk menyiarkan keluhuran budaya kita. Coba cermati para semeton yang menulis Babad dalam laman-laman mereka pribadi di bawah ini. Mereka telah menyumbangkan sebuah bakti yang luarbiasa kepada budaya Bali karena apa yang mereka siarkan dapat membantu lainnya mengenal jati dirinya. Menelusuri keberadaan para leluhurnya. Sekaligus jati diri Nusantara, rumpun kita. Para penampil itu patut

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan leluhur, tidak durhaka, tidak tertimpa mala petaka, dan semoga berhasil dengan sempurna, menemukan keselamatan, panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. Ada seorang brahmana sakti, datang

Babad Manik Angkeran 5/5

Bagian 1 Bagian 2 Bagian 3 Bagian 4 Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti, tidak mengikuti kakaknya, berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija, sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan