Upanisad

Sekilas tentang Upanisad Setelah Veda maka terdapat kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Upanisad sebagai kitab-kitab suci agama Hindu. Kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Upanisad merupakan bagian-bagian kitab suci Veda. Masing-masing Veda mempunyai kitab-kitab Brahmana dan Upanisad sendiri-sendiri. Salah satu kitab Brahmana yang terkenal ialah Satapatha Brahmana yang masuk bagian kitab Yajur Veda. Kitab ini diperkirakan orang mulai ada sekitar 1000 tahun sebelum Masehi dan merupakan buku pedoman untuk mengadakan upacara. Pada dasarnya

Ajaran KeTuhanan Dalam Upanisad

Benih ajaran Upanisad adalah ajaran Veda Dalam Nasadiya Sukta yaitu salah satu bagian Veda yang terkenal dikatakan yang ada hanya Tuhan dan di luar Dia tidak ada apa-apa lagi. Kutipan: Rsi Paramesti : dewata Bhavasrattam; matrik Tristubh X. I I. 129. Mantram 1: Mantram 2: Mantram 3: Mantram 4: Mantram 5: Mantram 6: Mantram 7: Tad ekam yaitu Yang Esa sama dengan Brahman atau Atman dalam Upanisad. Memang ajaran pokok

Bhisama tentang Kesucian Pura

Bhisama Kesucian Pura Seperti kita ketahui, pura Kahyangan Jagat dibagi menjadi empat jenis yaitu Pura Kahyangan Jagat yang didirikan berdasarkan konsepsi Rwa Bhineda, Catur Loka Pala, Sad Winayaka dan Padma Bhuwana. Ada beberapa pura yang tergolong berfungsi rangkap, baik sebagai pura Rwa Bhineda, pura Catur Loka Pala maupun sebagai pura Sad Winayaka dan juga sebagai pura Padma Bhuwana. Pura Besakih dan Pura Batur di Kintamani adalah pura yang tergolong pura

Beberapa Mantram Weda 3/3

Kepada Varuna (Rg Veda 1 25. 1-21) 1  Yadcidhi te viso yatha pra deva varuna vratam, minimasi dyavidyavi. artinya Apapun hukum-Mu, Oh Dewa Varuna, sebagai manusia dan hari ke hari kami melanggarnya.                                                                            

Beberapa Mantram Weda 2/3

Kepada Vayu 1  Vayava yahi darsateme soma aramhrtah, tesam pahi srudhi evam. artinya Vayu yang menarik untuk dipandang, datanglah mendekat. Minuman Soma ini telah selesai disiapkan, minumlah. Dengarkanlah doa kami. 3  Vayo tava praprncati dhena jagati dasute, uruci somapitaye. artinya O, Vayu, kata-kata-Mu yang meresap sampai kepada pemujaan-Mu. Meluas sampai kepada yang minum Soma. 5  Vayavindrasca cetathah sutanam vajinivasu, tava yatamupa dravam artinya O, Vayu, O Indra Engkau mengetahui perahan

Beberapa Mantram Weda 1/3

Kepada Agni (Rg veda I. 11 -9)  1  Agnim ile purohitam yajnasya devamrtvijam, Utaram ratnadhatamam artinya  Kami memuja Agni, Pendeta yang berada di depan, yang dipuja dalam upacara korban, Pendeta yang mengatur upacara korban sesuai dengan musim dan Pemuja yang mempersembahkan upacara korban dan yang menguasai kekayaan yang terbaik dalam wujud permata-permata. 3  Agnina rayimasnavat posameva dive dive, yasasam viravat tamam. artinya Atas karunia Agni, setiap hari dunia ini akan

Weda

Sejarah Weda Veda adalah kitab suci Agama Hindu yang tertua. Bila kitab ini mulai ada tidak diketahui orang dengan pasti. Pendapat para sarjana bermacam-macam tentang hal ini. Ada yang berpendapat kitab ini mulai ada 1.200 tahun Sebelum Masehi, ada yang mengatakan 2.400 SM. Ada pula yang berpendapat lain lagi. Orang-orang Hindu jaman dahulu jarang meninggalkan catatan- catatan yang bernilai sejarah. Kitab Veda diterima orang dari mulut ke mulut turun-temurun dari

Beberapa Istilah Khusus dalam Agama Hindu

Yang dimaksud dengan beberapa istilah khusus dalam Agama Hindu ialah beberapa istilah yang mempunyai nilai khusus dalam kehidupan Umat Hindu. Nilai khusus itu ditentukan oleh adanya: Sangaskara/ penyucian, Adat istiadat Atas dasar syarat-syarat tertentu, istilah-istilah ini hanya boleh dipergunakan untuk kepentingan agama Hindu sesuai dengan syarat-syarat tersebut di atas: Purusa dan Pradana, Upakara, Bhatara, Swamba, Brahma, Tawur, Meru, Tirta, Panca Yadnya, Danghyang, Tri Murti, Banten, Wisnu, Nyepi, Bajra, Grya, Tri

Sumber Ajaran Agama Hindu

Pada Artikel ini akan dibahas mengenai sumber-sumber ajaran Hindu. Mulai dari Weda yang diyakini sebagai Kitab Suci ajaran Agama Hindu. Juga ada Upanisad sebagai bagian-bagian kitab suci Weda. Dan tentunya Lontar-lontar yang merupakan upaya tetua Bali menulis kembali pokok-pokok ajaran Ketuhanan dalam  Weda dan Upanisad ke dalam bentuk lokal tradisional menggunakan Aksara Bali dan Bahasa Sansekerta-kepulauan, Bahasa Jawa Kuna, dan Bahasa Bali. Weda Kapan Weda mulai ada Catur Veda Samhita