Hindu

Ilustrasi moksa

Ada lima keyakinan yang disebut Panca Sradha yang mendasari segala aspek kehidupan bagi umat Hindu. Brahman, keyakinan terhadap Tuhan. Atman, keyakinan terhadap Atman (jiwa). Karmapala, keyakinan terhadap hukum karma. Punarbawa / Samsara, keyakinan terhadap penjelmaan kembali. Moksa, keyakinan terhadap penyatuan Atman dengan Brahman. Brahman Keyakinan terhadap Tuhan Agama Hindu mendidik umatnya untuk yakin akan adanya kemahaagungan Sang Hyang Widhi Wasa. Tuhan merupakan sumber segala yang ada di alam ini baik

Padmasana

Padmasana   Padmasana adalah lambang makrokosmos/ alam semesta yang merupakan Stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Çiwa Aditya). Padmasana dapat dibedakan atas 2 kriteria: Berdasarkan lokasi (menurut pengider- ider), padmasana terbagi menjadi 9 jenis berdasarkan lontar Wariga Catur Wisana sari: Padmakencana bertempat di Timur, menghadap ke Barat Padmasana bertempat di Selatan, menghadap ke Utara Padmasana Sari bertempat di Barat menghadap ke Timur Padmasana Lingga bertempat di Utara menghadap ke Selatan Padma Asta

Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada sehari sesudah tileming kesanga pada tanggal 1 sasih Kedasa. Rangkaian Perayaan Nyepi adalah : Melelasti, Tawur, Brata Penyepian, dan Ngembak Geni Melasti Melasti = melelasti = nganyudang malaning gumi ngamet Tirta Amerta. Menghanyutkan kekotoran alam menggunakan air kehidupan. Segara (laut) dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, Pemuteran Mandaragiri).

Penciptaan Alam dan Manusia

Proses Penciptaan Alam Semesta Ilustrasi Keadaan sebelum tercipta alam yang kita tempati sekarang   Alam semesta diciptakan dalam suatu proses evolusi yang panjang. Pada mulanya alam ini kosong, yang ada hanya Tuhan, sering disebut jaman “duk tan hana paran- paran anrawang anruwung” artinya ketika itu belum ada apa-apa dan semuanya belum menentu. Dengan kemahakuasaan-Nya, kemudian Sanghyang Widhi Wasa menciptakan dua kekuatan yang disebut Purusa yaitu kekuatan hidup (rohaniah) dan Prakerti (pradana)

Hindu sebagai Agama Dunia

Agama Hindu akan menjadi agama dunia yang dominan pada abad 21 ini. Agama Hindu sedang berkembang menjadi agama universal yang sesungguhnya dan menjadi rumah bagi semua religiusitas yang murni. Penyebaran agama Hindu terutama tidaklah melalui para guru (spiritual) dan swami tapi melalui para intelektual dan penulis. Demikian dikatakan oleh Klaus K. Klostermaier, dalam bukunya A Survey Of Hinduism diterbitkan oleh State University of New York Press, 1989). Klaus K. Kostermaier,

Sejarah dan Perkembangan Agama Hindu

Awal Perkembangan Agama Hindu Agama Hindu berasal dari India. Untuk mengetahui sejarah perkembangannya haruslah juga dipelajari sejarah perkembangan India meliputi aspek perkembangan penduduk maupun aspek kebudayaannya dari jaman ke jaman. Berdasarkan penelitian usia kitab- kitab Weda, para ahli sampai pada suatu kesimpulan bahwa agama Hindu telah tumbuh dan berkembang pada sekitar 6.000 tahun sebelum tahun Masehi. Sebagai agama tertua, agama Hindu kemudian berkembang ke berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara

Tri Sandhya

Pemujaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dengan banyak cara. Salah satu di antaranya ialah dengan bersembahyang tiap hari. Kita yang beragama Hindu bersembahyang tiga kali sehari, pagi, siang, dan malam hari. Sembahyang demikian disebut sembahyang Trisandhya. Mantra yang dipakai pun disebut mantra Trisandhya.

Agama dan Dharma

Agama Kata “agama” yang dipergunakan oleh umat Hindu dalam hidup berketuhanan Yang Maha Esa berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata “gam” yang artinya “pergi” atau “perjalanan”. Urat kata “gam” ini mendapat prefix “a” yang berarti “tidak” dan tambahan “a” di belakang yang berarti “sesuatu” atau dapat berfungsi sebagai suffix dalam bahasa Sanskerta guna mengubah kata kerja menjadi kata sifat. Dengan demikian kata agama diartikan “sesuatu yang tidak pergi”, tidak

Ajaran Ketuhanan dalam lontar-lontar di Bali

A. Bhatara Siwa sumber segala. Dalam lontar Bhuwanakosa dikatakan bahwa semua yang ada ini muncul dari Bhatara Siwa dan akan kembali kepada-Nya juga. Dengan demikian maka Bhatara Siwa adalah sumber segala yang ada, sama halnya dengan Brahman dalam Upanisad. (Bhuwanakosa III, 82) :   Lebih jauh Bhuwanakosa menyatakan sebagai berikut : (Bhuwanakosa III, 81) :   (Bhuwanakosa III, 71) :   (Bhuwanakosa III, 78) :   B. Bhatara Siwa bersifat immanent

Upanisad

Sekilas tentang Upanisad Setelah Veda maka terdapat kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Upanisad sebagai kitab-kitab suci agama Hindu. Kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Upanisad merupakan bagian-bagian kitab suci Veda. Masing-masing Veda mempunyai kitab-kitab Brahmana dan Upanisad sendiri-sendiri. Salah satu kitab Brahmana yang terkenal ialah Satapatha Brahmana yang masuk bagian kitab Yajur Veda. Kitab ini diperkirakan orang mulai ada sekitar 1000 tahun sebelum Masehi dan merupakan buku pedoman untuk mengadakan upacara. Pada dasarnya