Artikel

Pura Tirta Empul

Letak Pura Pura Tirta Empul dan permandiannya terletak di wilayah desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar. Sejarah Pura Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno. Mengenai nama

Purana Pura Pucak Bukit Sari

Purana Pura Pucak Bukit Sari   Daftar Isi Kata Pengantar Sambutan Ketua PHDI Kecamatan Baturiti Bab I Pendahuluan Bab II Purana Pura Pucak Bukit Sari Bab III Cikal Bakal adanya Pura Pucak Bukit Sari Bab IV Hubungan Pura Pucak Bukit Sari dengan pura lain Kesimpulan/penutup Daftar Pustaka Daftar Informan

Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

Makna Penting Dari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali Dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Agama Hindu khususnya di Bali, biasanya terdapat rententetan upacara. Dimulai dengan hari Tumpek Wariga dan selanjutnya menjelang seminggu sebelum Galungan, dikenal dengan sugihan. Mengenai Sugihan masih terdapat hal yang rancu dalam masyarakat, tidak sedikit yang berpendapat jika merayakan hari raya sugihan jawa artinya merupakan keturunan dari Majapahit (Jawa) dan Sugihan Bali artinya keturunan bali asli. Jika

Aneka Banten

Om Swastyastu, Kekayaan budaya Bali yang tiada tertandingi di dunia adalah aneka ragam hasil karya untuk menunjukkan cinta, hasrat dan hormat kepada Ida Hyang Widhi Wasa.

Seni Tembang dan Karawitan

Budaya Bali sangat kaya dengan seni tembang dan karawitan. Tidak hanya yang telah diwariskan oleh leluhur, karya-karya baru masih terus bermunculan. Baik yang klasik maupun kontemporer. Tidak akan habis kalau pembicaraan kita kembangkan hingga mencakup lagu-lagu pop Bali. Harapan kita tentu saja, agar gema yang baru tidak menenggelamkan yang telah ada. Demikian pula, semoga yang baru mempunyai kualitas dan bobot yang cukup baik dari segi isi dan keindahan. Suara yang

Tari Wali dalam Rangkaian Yadnya

Tari Wali adalah suatu tari- tarian yang merupakan rangkaian pelaksanaan upacara yadnya. Berikut beberapa tari wali yang dikelompokkan kedalam upacara panca yadnya: Dewa Yadnya Topeng Pajegan (Topeng Sidhakarya) Wayang Lemah/ wayang upacara/ wayang sudhamala. Rejang (dengan berbagai variasi). Sutri. Gabor. Sanghyang Dedari  Sanghyang Topeng Abuang (mabuang). Brutuk Baris Gede (dengan berbagai variasinya) Mresi Sraman. Gebug Ende  Barong (dengan berbagai variasinya). Deha Malon. Gambuh. Wayang Wong. Pendet. Ngangap. Mekincang- kincung. Sandaran

Upacara dan Banten Manusa Yadnya

Manusa Yadnya adalah suatu upacara suci atau pengorbanan suci demi kesempurnaan hidup manusia. Di dalam pelaksanaan upacara Manusa Yadnya masalah tempat, keadaan, dan waktu sangat penting. Secara umum upacara itu dilaksanakan pada saat anak mengalami masa peralihan. Sebab ada anggapan bahwa pada saat-saat itulah anak dalam keadaan kritis, sehingga perlu diupacarai atau diselamati. Dalam menyelenggarakan segala usaha serta kegiatan spiritual tersebut masih ada lagi kegiatan dalam bentuk yang lebih nyata

Hari Galungan dan Kuningan

Tentang Hari Galungan – Kuningan. ilustrasi penjor galungan Riwayat Galungan. Diperkirakan Galungan sudah ada pada abad ke XI, berdasarkan antara lain Kidung Panji Malat Rasmi dan Pararaton. Di India perayaan semacam ini juga ada yang dinamakan Çradha Wijaya Daçami. Mitologinya. Galungan disebut dalam usana Bali berupa ceritera peperangan Mayadenawa dengan Batara Indra. Dalam lontar Jayakasunu, yang menurut pewarah- warah Batari Durga kepada Sri Jayakasunu. Filsafatnya. Filsafat Galungan berpusat pada pergulatan

Kupasan Mantram-Mantram Tri Sandhya

Mantram Pertama Puja Trisandhya terdiri atas 6 mantram. Mantram pertama disebut gayatri mantram, menurut nama iramanya, yaitu gayatri. Irama-irama lain misalnya: anustup tristup canustup pragathah jagati dan sebagainya Di dalam Rg Veda III. 62. 10, kata bhur bhuvah svah tidak ada pada mantram ini. Tambahan bhur bhuvah svah itu terdapat pada Yajur Veda Putih 36. 3. Gayatri mantram adalah mantram yang paling mulia di antara semua mantra. Ia adalah ibu